Menulis : Sebuah Counter Awal

30 Okt

Tanpa saya sadari, angin kehidupan belakangan mengantarkan saya pada tantangan untuk belajar menulis.  Mulai dari inspirasi yang saya dapat dari anak saya yang bisa menuliskan sebuah cerita fiksi karangannya secara lengkap sebelum saya menghabiskan secangkir kopi, lingkungan kerja baru yang merangsang untuk menulis dan melihat beberapa teman yang mengutarakan pendapatnya  yang sangat menginspirasi  lewat tulisan di blognya.  Secara kebetulan juga saya  berkenalan dengan seorang  instruktur pelatihan yang memberikan sharing tentang cara menuliskan kisah perjalanan dan terakhir bertemu dengan seorang travel writer yang sangat menginspirasi  saya untuk melengkapi  travel photography dengan travel writing. Menulis, menulis, menulis seperti itulah pesan yang sepertinya ingin disampaikan alam.

Menulis tentu bukan hal yang baru buat kita semua, karena dari sejak bangku sekolah sampai ke tempat kerja mengharuskan kita untuk memiliki sedikit kemampuan menulis. Tetapi seringkali  kemampuan tersebut tidak berkembang karena beberapa alasan tertentu.

Teringat dulu waktu jaman kuliah, ada seorang teman yang selalu menuliskan catatan harian sebelum beranjak tidur. Saya menduga dia menemukan dunianya dalam menuliskan pengalaman-pengalaman hidupnya pada setiap lembar kertas buku hariannya. Riuh tawa penghuni asrama yang dipenuhi  enam kepala per kamar  seperti tidak mengganggu kekhusukannya terbang memasuki dunia menulisnya.   Konsisten mungkin kata yang tepat  untuk menjelaskan kegiatan menulis teman saya tadi.

Konsistensi  sangat diperlukan untuk meningkatkan tingkat kemahiran kita dalam suatu bidang.  Dalam bukunya Outliers , Malcolm Gladwell mengemukakan kaidah 10.000 jam. Kaidah ini diambil dari penelitian tentang keberhasilan para genius seperti Mozart, The Beattles dan Bill Gates yang melewati latihan 10.000 jam sebelum akhirnya mereka menjadi ahli di bidangnya. Kaidah 10.000 menyatakan bahwa untuk menjadi ahli dalam bidang apa pun seseorang harus melewati latihan minimal 10.000 jam. Kira-kira jika kita meluangkan waktu untuk melatih diri di bidang apa pun yang kita geluti setidaknya 3 jam dalam sehari, maka kita bisa menjadi ahli dalam bidang tersebut dalam 10 tahun dari pertama kali kita menjalani latihan di bidang itu.

Semoga tulisan saya ini menjadi penggerak counter jam dalam memulai kegiatan menulis , there’s always a first time for everything , dan semoga bermanfaat untuk semua.

Tag:, , ,

4 Tanggapan to “Menulis : Sebuah Counter Awal”

  1. sinung November 1, 2011 pada 10:18 pm #

    tulisan yg ekselen, layaknya seorang penulis profesional.
    selamat menulis lebih-lebih dan lebih lagi.

    • Komang Wirawan November 6, 2011 pada 1:12 am #

      Terimakasih pak sinung atas inspirasi dan kunjungannya. Semoga bisa konsisten untuk berbagi

  2. Ham November 2, 2011 pada 12:50 pm #

    wow…keren, serasa akan selalu berkunjung kembali :) warm regards

    • Komang Wirawan November 6, 2011 pada 1:13 am #

      terimakasih …tulisan dan kreativitas ilham juga menjadi inspirasi buat saya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.